Direktur Sarpras Dikti,
  • UTU News
  • 26. 04. 2019
  • 0
  • 462

MEULABOH – Mohammad Sofwan mengatakan, beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) bisa dinikmati semua lapisan masyarakat baik pegawai negeri maupun non pegawai negeri.

Hal itu ditegaskan Dr. Mohammad Sofwan Effendi, M. Ed (Direktur Sarana dan Prasarana Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), ketika memberikan kuliah umum dengan tema, “Kebijakan dan Strategi Pendanaan Sarana dan Prasarana Perguruan Tinggi”, di depan mahasiswa dan dosen Universitas Teuku Umar, di Aula Utama UTU, 25 April 2019. Kuliah umum Mohammad Sofwan yang dilanjutkan dengan Tanya jawab, dipandu oleh Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA.

Mohammad Sofwan mengatakan, pemberian beasiswa LPDP untuk semua kalangan, pada prinsipnya Indonesia ingin menciptakan para teknokrat, para pegawai birokrasi, para entrepreneur, bagitu juga yang aktif dibidang kesenian, bidang olah raga. “Strategi kami di LPDP dibangun bukan dari tengah.  Aceh merupakan Provinsi pertama di Indonesia yang diberi kesempatan menikmati beasiswa LPDP, karena ketika LPDP didirikan tahun 2011, MoU pertama LPDP adalah dengan BPSDM Aceh. Dan 100 orang pertama penerima beasiswa dari LPDP adalah dari Provinsi Aceh, baik yang kuliah di dalam maupun luar negeri”, ujar Mohammad Sofwan.

Dijelaskan, Negara akan maju, antara lain kalau Sumber Daya Manusia (SDM)-nya mantap dan insfrastruktur yang kuat. “Terkait dengan SDM itu, saya ikut berkonstribusi melalui pemberian beasiswa. Sedangkan dibagian insfrastruktur, saya dipercaya sebagai salah seorang Direktur Sarana dan Prasarana di Kemenristekdikti yang membawahi universitas, salah satunya adalah Universitas Teuku Umar (UTU). Sejak Tahun 2012, telah diberangkatkan melanjutkan kuliah 24 ribu orang, untuk master dan doktor. 100 orang lebih sudah menembus Harvard, Amerika Serikat”, sebut Mohammad Sofwan.  

Disebutkan, sejak 2015, LPDP sudah melakukan MoU dengan Harvard dengan penyediaan alokasi minimal 25 orang diberangkatkan setiap tahun dengan biaya yang dikelola oleh pemerintah. Targetnya, pada tahun 2045 nanti, minimal  Indonesia bisa menciptakan 100 ribu orang doktor baru dari semua bidang keilmuan. Sekarang yang sedang kuliah dengan dana beasiswa LPDP saja hanya 24.672 orang, dan yang sudah selesai 6.400 orang, itu artinya masih ada 18 ribu orang lagi yang masih melanjutkan kuliah.

Sedangkan dalam bulan September 2019 ini, sudah siap untuk diberangkatkan lagi sebayak 4.200 orang. “Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi yang bisa berangkat. Dengen bertambahnya dana LPDP saat ini Rp 66, 1 triliun yang dikelola oleh LPDP, dan diharapkan tahun 2030 menjadi Rp 320 triliun. “Bukan sesuatu yang tidak mungkin, bahwa Indonesia akan menyiapkan SDM dengan mapan dan harus diniatkan dari awal”.

Dalam kuliah umum, Mohammad Sofwan juga bicara tentang sarana dan prasarana (Sarpras). Untuk saat ini, Dikti sudah membantu  mengalokasikan dana untuk UTU sebagai tahap awal sebesar Rp 74 miliar. Dana sebesar itu, saat ini sedang membangun gedung perkuliahan bersama (terintegrasi) lengkap dengan mobilernya. Pembangunan gedung tersebut yang sumber dananya dari Badan Sertifikasi Syariah,  bisa menampung mahasiswa sekitar 2000 orang.(zakir)

Lainnya :