Pusat Pengembangan Inkubator Bisnis UTU Disosialisasikan di Takengon
  • UTU News
  • 20. 04. 2019
  • 0
  • 233

MEULABOH - Universitas Teuku Umar (UTU) setelah ditetapkan menjadi Pusat Pengembangan Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) Tingkat Nasional, untuk tahap awal disosialisasikan dalam kegiatan workshop  yang bertema, “Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 dan SPMF”, yang dilaksanakan  di Takengon, Kebupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, 19 April 2019.

Kegiatan Workshop IAPS yang dilaksanakan jajaran Fisip UTU, dibuka oleh  Rektor UTU, Prof. Dr. H. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA. Workshop yang berlangsung selama dua hari, 19-20 April 2019, di Hotel Bayu Hill Takengon, pesertanya para dosen dan mahasiswa Fisip UTU.

Hadir juga Dekan FISIP, Basri, SH.,MH, Wakil Rektor 1 Dr. Alfizar, DAA, Kepala Biro Umum dan Keuangan, Mawardi Amin, SE.,Ak, Wakil Dekan 1 Fisip Sudarman Alwy, M. Ag, Wakil Dekan II Fisip Nellis Mardhiah, M.Sc, Ketua Program Studi Ilmu Hukum, Nila Trisna, SH.,MH, dan Apri Rotin Djusfi, SH.,MH.

Ketua Inkubator Bisnis UTU, Hafinuddin, M.Sc dalam pemaparannya antara lain menyebutkan, salah satu yang sudah dirumuskan dalam visi misi UTU adalah pengembangan bisnis pada sektor agro and marine. Sektor Ini merupakan salah satu pendekatan untuk melakukan inovasi ke depan dalam usaha mengembangkan inkubator bisnis. Inkubator bisnis ini bertujuan untuk mendukung dan mempercepat keberhasilan pencapaian visi misi Universitas Teuku Umar (UTU).

Dikatakan, Strategi peningkatan relevansi dan daya saing perguruan tinggi melalui program studi inovatif dan dibutuhkan industry, kerjasama R & D dengan indutri, pendidikan kewirausahaan dan  kerjasama bisnis antara Perguruan Tinggi dengan industry. Bahkan, dalam Forum Rektor se- Indonesia 2018 juga dibahas tentang sikap terkait, “Mendorong Perguruan Tinggi untuk melakukan inovasi dan riset yang dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menyokong sektor ekonomi dan daya saing bangsa”.

Hafinuddin yang juga Wakil Dekan II FPIK UTU menjelaskan, beberapa contoh pengukuran inovasi perguruan tinggi antara lain  untuk memicu perguruan tinggi dengan memformulasikan kebijakan, program dan kegiatan yang mendukung upaya penguatan inovasi. Pendidikan kewirausahaan yang telah diterapkan selama ini di UTU merupakan mata kuliah yang bertujuan untuk menginternalisasikan jiwa dan wawasan kewirausahaan dan membekali mahasiswa dengan berbagai kompetensi kewirausahaan.

Inkubator adalah lembaga intermediasi yang bertugas melakukan inkubasi, pembinaan, pendampingan terhadap wirausaha baru berbasis inovasi di pergurun tinggi. Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dosen adalah mahasiswa yang tercatat aktif dalam penelitian dosen di perguruan tinggi. “Ini juga proyek kewirausahaan bagi mahasiswa,  yang diperoleh melalui kegiatan perkuliahan atau proyek binaan lainnya yang berpotensi untuk dikomersialisasikan.

Sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya, Universitas Teuku Umar (UTU) yang berada di Barat Selatan Aceh, tepatnya di Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, terpilih menjadi Perguruan Tinggi (PT) pendiri Inkubator Bisnis Teknologi (IBT) baru dari 19 Perguruan Tinggi se-Indonesia. Atas pilihan tersebut, UTU mendapatkan bantuan pendirian IBT dari Kemenristekdikti sebesar Rp 150 juta dalam tahun 2019 ini. Penetapan IBT itu, dihadiri 28 Kampus yang lolos sebagai pendirian dan pengembangan lembaga Inkubator Bisnis Teknologi dibawah Kemenristekdikti.

“UTU satu-satunya Perguruan Tinggi Wilayah Sumatera sebagai Kampus yang lolos sebagai program pendirian IBT dalam lingkup Kemenristekdikti”, ujar  Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UTU, Dr. Mursyidin, MA, yang ikut menghadiri acara Kick Off Meeting program pengembangan kelembagaan IBT, dan  Penandatangan Perjanjian Kerjasama Swakelola Fasilitasi Pendirian IBT di Hotel JW. Marriott Surabaya, 12 April 2019 lalu. Acara Kick Off Meeting juga dihadiri Rektor Universitas Teuku Umar (UTU), Prof. Dr. H. Jasman J. Ma'ruf, SE.,MBA.

Dengan terpilihnya UTU sebagai pendiri IBT, maka UTU akan menjadi Kampus Pusat Bisnis dan Teknologi di Pantai Barat Selatan Aceh. Mursyidin yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Pendirian IBT UTU, menyampaikan, dengan telah ditetapkan-nya UTU menjadi bagian dari Ikatan Inkubator Bisnis Indonesia (IABI), UTU akan menjadi sebagai Kampus Source of Inspiration,  sudah seharusnya menumbuh kembangkan sebagai kampus pusat inovatif dan kewirausahaan kepada lulusan dan masyarakat pengguna, sehingga UTU memberikan manfaat kepada stakeholder yang relevan dan pembuat kebijakan, ujar Mursyidin.

Mursyidin mengatakan, dalam perjanjian tersebut, UTU mendapat bantuan pendirian Rp.150 juta. Bantuan ini digunakan untuk biaya operasional persiapan pendirian IBT UTU tahun 2019. Dirjen Kelembagaan Riset dan Dikti dalam pengarahannya mengatakan, program ini adalah satu program unggulan Dikti karena lingkungan inkubasi bisnis yang lebih luas yang kondusif terhadap pengembangan UKM secara berkelanjutan dan pembinaan pertumbuhan bisnis dikalangan kampus.

Perguruan tinggi adalah institusi sebagai proses pengembangan kewirausahaan, ekonomik, dan sosial yang dilakukan baik oleh masyarakat atau sektor swasta, dan dirancang untuk mendampingi suatu gagasan, atau wirausaha pemula melalui program pendukung bisnis yang komprehensif dalam membangun dan mempercepat pertumbuhan dan keberhasilan pelaku bisnis khususnya pengusaha pemula. Acara ini dilanjutkan dengan program pelatihan selama 3 hari yang diikuti seluruh anggota inkubator masing masing perguruan tinggi. (zakir)

Lainnya :