Prof. Lukman Hakim, “Plasma Pisang dan Padi UTU Bisa Dicontoh”
  • UPT_TIK
  • 13. 08. 2018
  • 0
  • 613

MEULABOH – Penanaman pisang dan padi di lahan Universitas Teuku Umar (UTU) memang luar biasa dan menarik sekali. Berbagai jenis plasma pisang yang telah ditanam dan bahkan telah menghasilkan bisa  menjadi contoh untuk dikembangkan. “Jadikan plasma pisang dan padi di UTU sebagai gen bank hortikultura, sehingga bisa dimanfaatkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih besar”, ujar Prof. Lukman

Gen bank merupakan sebuah fasilitas yang didirikan untuk penyimpanan dan pemeliharaan dengan menggunakan teknik hortikultura, bagi kepentingan pertanian seperti verietas padi dan pisang. Tanaman padi varietas hibrida subpadi 89 dan pisang di UTU yang ditanam perdana oleh Menristekdikti, Prof. Mohamad Nasir, sudah dilakukan panen perdana Oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA  bersama jajaran-nya, 28 Februari 2018. Padi  tersebut  ditanam dilahan koleksi pisang dunia di university farm UTU.  

Prof. Dr. Ir. Lukman Hakim, MP (Kepala Laboratorium Dasar Perlindungan Tanaman-Universitas Syiah Kuala), saat ditemui tim UTU News belum lama ini mengatakan, kualitas padi unggul dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sudah di sosialisasikan di Aceh, terutama yang berkenaan dengan kegiatan penangkaran (pengembangbiakan dan pembesaran). Untuk saat ini satu-satunya yang masih bekerjasama dengan BATAN adalah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). “UTU coba lakukan kerjasama dengan Pemda setempat nanti kami bisa fasilitasi dengan BATAN, bisa jadi suatu waktu Barat Selatan Aceh  punya varietas sendiri yang lebih spesifik”, kata Prof. Lukman

Prof. Lukman menegaskan, ada keanehan dan kejanggalan terjadi Aceh, seperti di Aceh Selatan. Pemda Aceh Selatan bekerjasama dengan IPB untuk menangani penyakit pala, bukan dengan Unsyiah. “Yang celakanya orang IPB sendiri memanfaatkan orang Unsyiah. Berarti orang IPB itu, label saja mereka”, sebut Prof. Lukman

Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) harus kerjasama dengan Perguruan Tinggi (PT), paling tidak secara ilmiah Perguruan Tinggi  bisa memberikan gambaran dan pemahaman  kepada Pemda, seperti Pemda Aceh Besar menggandeng Unsyiah, sehingga kalau ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan, Pemda bisa  minta pendapat dan pemikiran kepada Perguruan Tinggi Unsyiah. “Ini tindakan yang paling bijak dari Pemda Aceh Besar”, ujar Prof. Lukman .(Muzakkir)

Komentar :

Lainnya :