Guru Besar UI Bahas Teknopreneurship dan Visit Ke RSUD Meulaboh-Nagan Raya
  • UTU News
  • 28. 10. 2018
  • 0
  • 351

MEULABOH – Sedikitnya 300 peserta  hadiri kuliah umum Prof. Raldi yang bertema “Sosio-Teknopreneurship” dan peragaan (demo) alat inkubator bayi prematur buatan Universitas Indonesia (UI), yang berlangsung di Aula Utama UTU, 24 Oktober 2018. Peserta kuliah umum Prof. Raldi adalah mahasiswa UTU, mahasiswa perkawilan Kampus Stikes, Akper, Akbid, unsur RSUD dan Puskesmas Lingkup Kab. Aceh Barat dan Nagan Raya, para Dekan, Wakil Dekan, para  ketua jurusan lingkup Universitas Teuku Umar.

Kuliah Umum  yang dilaksanakan Program Studi Teknik Mesin FT-UTU, dibuka Wakil Rektor I,  Dr. Ir. Alfizar, DAA, dilanjutkan dengan kunjungan Prof. Raldi bersama Tim Inkubator UI, Ibnu Roihan, ST., MT.berserta jajaran Program Studi Teknik Mesin FT-UTU ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien-Meulaboh dan RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya, pada Kamis 25 Oktober 2018. Dalam kunjungan tersebut  Prof. Raldi bersama tim membawa alat inkubator bayi untuk diperagakan (demo). Demo alat inkubator bayi di Aula RSUD CND dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hal serupa juga dilakukan di RSUD Sultan Iskandar Muda.

Pembuatan Inkubator ciptaan Prof. Dr. Ir. Raldi Artono Koestoer, DEA Guru Besar Universitas Indonesia (UI) dilakukan sejak tahun 2012 dan 2013. Dari tahun 2013 sampai dengan sekarang inkubator buatan Prof. Raldi itu sudah dibuat portable, dan sanggup diangkat oleh satu orang dengan berat 13 Kg dan bisa dibawa ke rumah-rumah atau gang-gang kecil yang sempit serta hemat energi karena pemakaian listrik di desain untuk skala rumah menengah ke bawah hanya membutuhkan 50 Watt tenaga listrik untuk menhidupkan inkubator bayi.

Dijelaskan, proses peminjaman inkubator bayi prematur secara gratis buatan Prof. Raldi ini dimulai sejak tahun 2012, melalui para relawan yang ada di kabupatren/kota yang tersebar di seluruh Indonesia, dari Aceh sampai Jaya Pura. Menurut Prof. Raldi, untuk saat ini jumlah relawan sudah mencapai 72 di sejumlah kabupaten/kota yang tersebar di seluruh nusantara, termasuk relawan dari Kampus UTU.

Prof. Raldi menjelaskan, penggunaan alat inkubator bayi ini sangat mudah dioperasikan oleh orang tua bayi. Caranya cukup menekan tombol on-off lampu akan menyala secara otomatis selama 24 jam non-stop hingga suhu stabil. Dari sisi keilmuan mechanical engineering, Prof. Raldi menyampaikan cara kerja inkubator ini dari konveksi alami, yaitu menfaatkan massa jenis udara yang dihangatkan oleh lampu dan akan terakumulasi pada bagian kabin bayi diatas nya.

Prof. Raldi menyebutkan, incubator bayi mempunyai lampu sebagai penghangat dengan satu lampu 25 Watt dan digunakan dua lampu, suhu kabin dijaga dalam rentang suhu 33 hingga 35°C sesuai dengan kebutuhan bayi prematur, lampu akan padam secara otomatis jika suhu/temperatur melebihi 35°C dan akan kembali menyala pada temperatur dibawah 35°C. hingga berat bayi mencapai 2,5 kg. “Inkubator ini sudah menyelamatkan bayi dengan berat bayi paling rendah 650 gram. Bahkan, sampai saat ini jumlah bayi prematur melalui peminjaman inkubatornya sudah mencapai 2600-an bayi premature”, ujar Prof. Raldi.

Sekretaris Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik UTU,  Sulaiman Ali, ST., MT selaku Ketua Panitia Pelaksana, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof. Raldi dan Tim Inkubator UI yang telah bersedia hadir ke Kampus UTU. “Prof. Raldi telah menghibahkan alat inkubator bayi buatan-nya  kepada Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UTU. Semoga bermanfaat dari sisi ilmu tekniknya dan bermanfaat bagi masyarakat ibu bayi yang membutuhkan inkubator untuk Wilayah Aceh Barat dan Sekitarnya”. (Zakir)

Lainnya :