• Prodi Ekonomi Pembangunan
  • 11. 12. 2019
  • 0
  • 225

Banda Aceh- kesejahteraan merupakan tujuan utama dari banyak negara, tak terlepas dari negera amju sekalipun. Indonesia sendiri sebagai negara berkembang (developing country) menargetkan banyaknya program-program demi meningkatkan taraf hidup masyarakatnya lewat government expenditure agar dapat menekan angka kemiskinan maupun kesenjangan wilayah, maupun masalah dari segi aspek sosio-budaya dan lingkungan sekalipun

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan salah satu program pemerintah yang berfokus di 17 bidang, salah satunya kesenjangan wilayah, ekosistem laut dan masih banyak lagi.

Dalam kwartal I ini Badan Pusat Statistik Aceh (BPS) mengadakan Focus Group  Discussion Inter- Regional Input Output (FGD IRIO) terkait kesenjangan wilayah dan komoditas unggulan di masing-masing wilayah, yang mana 2019 ini diadakannya penyusunan IRIO serentak se – Indonesia.  

Acara FGD IRIO 2019 ini diselenggarakan pada hari Selasa (12/102019) di Hotel Hermes Palace Lampinenung Banda Aceh, yang dibuka oleh Kepala BPS Aceh Drs. Wahyudin M.M dan FGD dipandu oleh Tasdik Ilhamuddin M. Si. Pada kata sambutan diawal acara di sampaikan bahwa agar nanti memudahkan banyak pihak dalam menggunakan data IRIO tersebut. “Adapun di Tahun 2019 ini di susunnya Supply and Use Table (SUT) yang bersumber dari data sensus ekonomi beberapa waktu silam, sehingga ditargetkan 2020 data Inter – Regional” kata Kepala BPS Aceh yang akrab disapa Pak Wahyu tersebut.

Di sana turut hadir para akademisi dari berbagai Universitas seperti Ekonomi Pembangunan FE Universitas Teuku Umar,  Universitas Muhammadiyah, STIE dan perwakilan Kementerian Lembaga dan Prof. Raja Masbar selaku ekonom dari FEB Universitas Syiah Kuala.

Dalam pertemuan diskusi yang dimulai dari pukul 8.30 – 13.00 WIB tersebut disambut oleh para peserta diskusi  dengan banyak menyampaikan pertanyaan maupun saran, yang membuat susasan semakin seru dan akrab. (rollis. Red)

Lainnya :