Dosen FPIK-UTU Tanam Mangrove Metode Pot Bambu di Aceh Jaya
  • UPT_TIK
  • 15. 12. 2019
  • 0
  • 1377

MEULABOH - Pada 10 Desember 2019, Dosen FPIK-Universitas Teuku Umar (UTU), melakukan ekspos kegiatan pengabdian masyarakat  aplikasi pot bambu sebagai media rehabilitasi habitat mangrove kawasan pesisir di Kecmatan Panga, Kabupatan  Aceh Jaya.

Di Kecamatan Panga terdapat 21 Kemukiman dan 173 Desa. Kegiatan  dilaksanakan di Desa Keude Panga, Kemukiman Panga Pasie, Kecamatan panga, Kabupaten Aceh Jaya. Wilayah ini merupakan hasil pemekaran dengan Kecamatan Teunom. Memiliki garis pantai yang menjadi wilayah peneluran penyu serta populasi mangrove.

Ketua Penelitian Dosen Muda (PDM), Dr. Muhammad Rizal,S.PI.,M.Si menyatakan kegiatan ini sebagai bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ke depan diharapkan semua dosen FPIK-UTU meningkatkan kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat. “Metode yang digunakan dalam kegiatan penelitian ini adalah metode pot bambu. Jenis bambu yang akan digunakan adalah bambu yang hidup di wilayah pedesaan. Sementara jenis mangrove yang akan ditanam menyesuaikan dengan jenis mangrove yang hidup pada populasi tersebut seperti rhizopora sp dan avicennia sp.  “Tentunya ini akan beguna bagi masyarakat baik ke depannya” ujarnya.

Rizal menjelaskan, kendala utama dalam proses rehabilitasi mangrove adalah tingkat kematian anakan mangrove yang sangat tinggi. Beberapa penyebab utama kegagalan pasca tanam bibit mangrove adalah predasi oleh biota asosiasi dan kondisi wilayah pasang surut yang menyebabkan bibit mangrove terendam lebih dari 7 jam. Kondisi ini mengakibatkan bibit mangrove pasca tanam akan mati sebelum akhirnya tumbuh dan menjadi tanaman pionir.

Sementera, Setiadi M Noor, mahasiswa perikanan mengatakan, kegiatan pengabdian masyarakat ini benar-benar mampu membawa dampak baik dan pengaruh positif dalam pemberdayaan terkait mangrove di masyarakat khususnya  kepada masyarakat Pesisir Aceh Jaya.

Metode tanam pot bambu pada anakan mangrove bersifat ramah lingkungan dimana menggunakan bambu sebagai media pot yang notabene merupakan bahan yang berasal dari alam. Pot bambu membantu mangrove untuk bertahan hidup di wilayah pasang surut dimana frekuensi perendaman air laut lebih tinggi dengan durasi waktu yang lebih lama. Dengan bantuan pot bambu, bibit mangrove dapat lebih bertahan hidup dimana meningkatkan ketinggian jarak tanam mangrove dan melindungi bibit mangrove dari predasi biota asosiasi. Selain itu juga mengurangi biaya operasional pembuatan pagar yang selama ini menghabiskan biaya yang cukup besar.

Ilham Muryanto, yang ikut dalam kegiatan tersebut menjelaskan, kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat kawasan Pesisir Panga Aceh Jaya., sengaja dilakukan di daerah panga sesuai dengan konndisi hidup dari mangrove, dimana nantinya dapat menjadikan sumberdaya hayati yang baik bagi ekosistem dan dapat sustainable, paparnya.

Selama ini kegiatan pengabdian masyarakat telah dilakukan secara berkelompok dalam pelaksanaan penelitian dosen muda pembiayaan dana hibah pengabdian masyarakat dari kampus Universitas Teuku Umar. (Muzakkir/*)

Lainnya :