Bupati Aceh Jaya Buka Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar
  • UTU News
  • 13. 09. 2019
  • 0
  • 443

MEULABOH, UTU - Bupati Aceh Jaya, H.T. Irfan TB, membuka secara resmi kegiatan Kemah Kreatif SDM Universitas Teuku Umar Tahun 2019. Kemah kreatif yang laksanakan di lokasi wisata alam Lhok Geulumpang, Setia Bakti, Aceh Jaya. Kegiatan ini diikuti 150 Peserta yang terdiri dari Dosen baru hasil seleksi CPNS 2017 dan 2018. Jumat (13/9).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Aceh Jaya H. Mustafa S.Pd., M.AP, Bupati mengucapkan terimakasih kepada Universitas Teuku Umar yang telah memilih Aceh Jaya sebagai tempat pelaksanaan program Kemah Kreatif.

"Terimakasih Pak Rektor, dan selamat datang kepada seluruh Dosen Muda Universitas Teuku Umar ke lokasi wisata Lhok Geulumpang. Inilah salah satu spot wisata alam yang terdapat di Aceh Jaya." Katanya

Kemah kreatif merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mempererat hubungan antar sesama dosen. Kegiatan kemah kreatif ini juga bisa disebut out of boundaries atau "keluar dari kebiasaan" dimana peserta diajak untuk berfikir luar biasa dan membuat inovasi baru.

Pantai lhok geulumpang memang memiliki karakteristik pantai yang unik. Pantai terbentuk dari dua pulau yang menyatu antara satu sama lain sehingga membuat pantai yang berbeda dari pantai-pantai lainnya. Peserta Kemah Kreatif bisa melihat pantai ini diapit oleh dua air laut dikiri dan kanan, sehingga nampak seperti sebuah jalan yang membelah lautan.

Sebelumnya, Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma'ruf, SE., MBA dalam sambutannya mengatakan program kemah kreatif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada dosen muda Universitas Teuku Umar untuk berfikir kreatif terkait ide dan gagasan untuk mewujudkan visi universitas sebagai kampus sumber inspirasi dan referensi.

Prof. Jasman mengatakan, para dosen perlu menyesuaikan proses pembelajaran dalam mengantisipasi perubahan teknologi di era revolusi industri tahap 4.0. Dosen berperan dalam mengubah pola pikir mahasiswa dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkompeten.

“Sekarang dosen tidak cukup pintar, tetapi harus bisa merespons perubahan yang terjadi,” ujar Prof. Jasman

Dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, seorang dosen harus menguasai empat aspek, yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikasi, dan kolaborasi. Lanjutnya

"Aceh Jaya memiliki cukup banyak potensi yang dapat dikembangkan, kita berharap kedepan, Aceh Jaya bisa menjadi pilihan untuk kegiatan-kegiatan akademik seperti seminar dan outbond. Aceh jaya memiliki pelabuhan yang bagus, dan sejumlah objek wisata yang dapat dikembangkan sehingga menarik minat investor masuk dan ikut mengembangkan potensi yang dimiliki." Ucapnya

"Kita mengajak mitra kita untuk menjadikan lokasi wisata ini sebagai tempat meeting dan kegiatan lainnya." Lanjut Rektor yang pernah menjabat sebagai pejabat Bupati Aceh Jaya Tahun 2012 lalu.

Dihadapan bapak/ibu ini adalah para dosen muda yang lulus angkatan 2017 dan 2018. Mereka ini adalah dosen muda yang kreatif, beruntung sekali UTU memiliki anak-muda yang kreatif dan inovatif seperti mereka. Saya sangat yakin mereka akan mampu melahirkan ide dan gagasan yang konstruktif untuk kemajuan UTU yang sama-sama kita banggakan. Terangnya.

Semenjak UTU ditingkatkan statusnya menjadi Perguruan Tinggi Negeri mulai tahun 2014. Kita terus meningkatkan kompetensi dosen lewat berbagai program. Begitupun dengan jumlah peminat mahasiswa yang kuliah di UTU semakin banyak.

"Jumlah mahasiswa dari Aceh Jaya yang kuliah di UTU terus meningkat dari tahun ke tahun, dari jumlah yang daftar, hampir semuanya mereka mendapatkan beasiswa bidikmisi." Lanjut Prof. Jasman

Tahun 2016 jumlah mahasiswa asal Aceh Jaya yang masuk ke UTU sebanyak 31 orang, 25 diantaranya mendapatkan beasiswa bidikmisi. Selanjutnya tahun 2017 ada 24 orang mahasiswa, 21 diantaranya mendapatkan beasiswa. Kemudian pada tahun 2018 jumlahnya meningkat dua kali lipat mahasiswa Aceh Jaya yang masuk UTU yaitu 48 orang dengan jumlah penerima beasiswa sebanyak 45 orang, artinya hanya 3 orang saja yang tidak mendapatkan bidikmisi. Tahun ini 2019, penerima beasiswa asal Aceh Jaya yang kuliah di UTU mencapai 95 %, yaitu 52 dari 56 mahasiswa yang diterima di UTU. Papar Rektor dihadapan pejabat Aceh Jaya yang hadir.

"Untuk diketahui, lanjutnya. 1 orang mahasiswa penerima bidikmisi mendapatkan dana sebanyak 12 juta pertahun, jika ditotalkan semua maka ada sekitar 4.3 M uang negara yang disalurkan lewat program bidikmisi kepada warga Aceh Jaya yang kuliah di UTU." Jelasnya

"Kita berharap kedepan lebih banyak lagi anak-anak kita di Aceh Jaya yang melanjutkan kuliah di UTU, kita terus berupaya agar mereka semua bisa berpeluang mendapatkan beasiswa bidikmisi. Jika ada satu atau dua orang yang tidak mendapatkan beasiswa, kita berharap mereka dapat dibantu oleh pemerintah kabupaten Aceh Jaya lewat bantuan pendidikan" tutup Rektor

Hadir dalam acara pembukaan ini, Wakil Rektor III UTU Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Mursyidin, MA. Dekan FISIP, Basri, SH., M.H, Dekan Fakultas Teknik, Dr. M. Isya, MT, Kabiro Akademik, Drs. Muslim Raden, M.Si, Kabiro Umum dan Keuangan, Mawardi Amin, SE.Ak, Ketua Senat Universitas, Andi Yusra, ST., MT, para kabag lingkup UTU. Turut juga hadir kepala Dinas Sosial Aceh Jaya, Ketua KAGANA Provinsi Aceh, Danramil Lageun, Kapolsek Setia Bakti, unsur pemerintah gampong Lhok Geulumpang. (Aduwina).

Lainnya :